Strategi Trading Forex Jangka Panjang

Ada banyak alasan kenapa saya percaya bahwa strategi trading forex jangka panjang lebih menguntungkan daripada strategi trading forex jangka pendek. Di artikel ini, saya hanya akan membahas beberapa saja. Saya juga akan membahas beberapa alasan tersebut di pelajaran yang lain “Scalp Vs Swing”.

strategi trading forexHal pertama yang perlu saya luruskan adalah bahwa ketika saya menyebut “jangka panjang” maka yang saya maksud adalah pengamatan pada grafik harian. Saya yakin bahwa salah satu isu penting dalam trading Forex akhir-akhir ini adalah banyak trader yang belum matang dengan trading jangka pendek maupun scalping (yang sekali lagi saya paling susah untuk percaya bahwa ada trader yang bisa sukses dengan metode scalping). Hal ini karena kebanyakan trader tersebut belum paham benar apa yang dimaksud “jangka panjang.” Saya banyak mendengar trader mengatakan, “Saya ingin mulai trading jangka panjang karena scalping tidak cocok untuk saya. Sekarang saya menggunakan strategi jangka panjang, dan bertransaksi dalam grafik per jam.”

Jadi, pernyataan di atas hanya satu dari sekian isu di kalangan trader saat ini dan mengapa mereka punya begitu banyak problem dalam meraih untung lewat Forex. Mayoritas trader, khususnya pemula, cenderung memakai scalping. Mungkin karena mereka tidak tahu pasti apa itu trading jangka panjang.

Maka sekali lagi, ketika saya bilang “long term trading” maka yang saya maksud adalah grafik mingguan atau bahkan bulanan. Hal ini penting sebagai panduan Anda menuju sukses dan target-target tertentu. Setelah itu, Anda boleh menggunakan timeframe yang lebih singkat untuk melakukan perdagangan yang lebih presisi.

Sebelum saya masuk ke strategi lebih dalam, saya ingin berbagi pada Anda, saya ingin menggali lebih dalam tentang kenapa perspektif yang tepat begitu penting ketika berurusan dengan strategi perdagangan jangka panjang. Saya tahu bahwa kebanyakan Anda hanya memikirkan kaidah-kaidah suatu strategi, namun saya percaya bahwa informasi berikut tentang perspektif dan pendekatan holistik jauh lebih penting daripada kaidah-kaidah strategi itu sendiri.

Sebagai contoh, lihat bagaimana “pola pikir jangka pendek” dapat menggiring Anda pada masalah. Mari lihat pada EUR/USD. Seseorang mengamati grafik 4 jam pada kurs EUR/USD seperti ini:

eur-usd-4jam

Pada grafik di atas, Anda melihat bahwa ada banyak momentum bullish yang bergerak ke arah yang lebih tinggi. Dengan perspektif seperti ini, kita semula berpikir bahwa ketika bullish berlanjut naik maka saat itu adalah waktu yang tepat untuk membuat entri. Namun, jika dilihat pada timeframe yang lebih lama, pergerakan EUR/USD ternyata memiliki kisah yang berbeda:

eur-usd-mingguan

Anda bisa lihat pada grafik mingguan bahwa EUR/USD sedang dalam tren menurun pada timeframe yang lama. Sedangkan tren bullish pada grafik 4 jam sebenarnya merupakan lompatan, dan bukan awal dari suatu tren naik.

Bahkan, lompatan tersebut bisa jadi menuju satu resistance yang tak terduga (tak terduga karena Anda hanya mengamati pada grafik 4 jam dan tidak sadar apa yang sedang terjadi pada rentang yang lebih lama).

Jika dilihat dari rentang waktu yang lebih lama, Anda akan melihat adanya pantulan pada titik resistance. Bagi trader yang hanya melihat grafik 4 jam, fenomena seperti ini dikira sebagai saat yang tepat untuk melakukan buying:

eur usd 4 jam 2

Apa yang tidak didisadari oleh trader 4 jam adalah kejadian di atas bukanlah pullback dari tren 4 jam. Namun, fenomena tersebut adalah kelanjutan dari tren mingguan. Jadi, ketika seorang trader jangka panjang melihat ada potensi kelanjutan bearish, trader jangka pendek berpikir bahwa hal tersebut “hanyalah pullback.”

Jadi, bagi trader 4 jam fenomena ini dilihat sebagai suatu pembalikan besar-besaran yang tak terduga, namun bagi trader jangka panjang, fenomena tersebut merupakan kelanjutan dari arus pasar yang diharapkan. Sehingga, dari grafik mingguan akan nampak seperti ini:

eur usd mingguan 2

Inilah pentingnya mengamati pergerakan pasar pada timeframe yang lama, khususnya jika Anda ingin menyebut diri Anda trader jangka panjang.

Sekali lagi, begitu banyak trader yang menyebut diri mereka trader jangka panjang padahal grafik yang mereka amati adalah 4 jam. Kenyataannya, mereka melalaikan timeframe jangka panjang dan inilah penyebab masalah bagi mereka. Dua baris bearish pada grafik mingguan tersebut tentu akan merugikan seseorang yang melakukan buying berdasar grafik 4 jam tersebut.

Meski begitu, saya tidak ingin mengatakan bahwa perdagangan pada grafik 4 jam tidak memiliki potensi untung. Saya hanya ingin mengatakan bahwa sangat sulit untuk membuat keuntungan secara konsisten ketika Anda tidak memiliki perspektif yang bagus tentang pergerakan pasar pada timeframe yang singkat.

think long termJadi, mari kita mulai membicarakan tentang strategi jangka panjang jika ingin mendapat keuntungan secara konsisten. Satu catatan penting tentang strategi ini adalah bahwa Anda harus disiplin jika ingin sukses. Ya! Anda musti disiplin dalam semua strategi jika ingin sukses. Namun khususnya, jika ingin menjalani perdagangan Forex jangka panjang secara efektif, Anda harus mampu mengontrol emosi dan mampu menahan hasrat untuk segera memasuki pasar.

Salah satu kesalahan fatal para trader adalah hasrat untuk melakukan over-trading dan over-managing. Sebagai manusia, kita mempunyai kecenderungan untuk bertindak yang membuat kita ingin selalu membuka perdagangan atau ingin mengubah-ubah perdagangan yang telah kita buka, dan saya janji pada Anda bahwa hal seperti ini hanya akan mengurangi tingkat keberuntungan Anda.

Jika Anda ingin sukses menggunakan strategi perdagangan jangka panjang ini, Anda harus terima bahwa di dalamnya tidak akan ada saran untuk membuka ratusan entri, meski saya sendiri menyakini hal tersebut baik adanya. Jadi, beginilah strategi perdagangan jangka panjang itu bekerja:

1. Amati grafik bulanan dan mingguan

Cari tren pada graik dengan rentang waktu lebih lama yang menunjukkan momentum bagus sesuai dengan arah yang Anda kehendaki. Lakukan analisa trend forex dengan mengidentifikasi arah trend tersebut (apakah bearish atau bullish) dan cari entri sesuai dengan arah tren tersebut (contoh, jika pergerakannya bullish, cari buying).

2. Amati lebih detail hingga pada rentang waktu harian dan tarik garis Fibonacci Retracement dari titik tertinggi ke titik terendah saat itu.

3. Pada grafik harian, cari pullback yang mendekati 38.2, 50.0, atau 61.8 dengan teknik FibonacciJika harga mendekati salah satu dari tiga titik Fibonacci tersebut, bersiaplah untuk membuat entri.

4. Cari entri pada grafik candlestik setelah kalkulasi Fibonacci selesai.

Jika harga telah menyentuh titik Fibonacci grafik mingguan, kini Anda memasuki fase “menunggu sinyal.” Dengan kata lain , kriteria untuk membuat entri sudah terpenuhi. Sekarang yang perlu Anda lakukan adalah menunggu konfirmasi dari sinyal tersebut.

Dalam strategi ini, yang dimaksud sinyal adalah satu momentum pada grafik harian yang bergerak ke arah tren jangka panjang. Sinyal harian yang ideal akan memiliki ekor yang telah diuji dengan Fibonacci lalu sinyal tersebut berbalik ke arah tren saat itu.

5. Buat entri dan tempatkan stop dan target Anda.

6. Tunggu dan lihat, untung atau rugi.

Seperti yang saya jelaskan dalam video di atas, beberapa trader ada yang rugi namun tentu ada juga yang untung.

Jangan mengubah-ubah strategi saat melakukan perdagangan. Biarkan strategi tersebut berjalan seperti adanya dan lihat apakah akan untung atau rugi. Trading tak ubahnya matematika. Strategi forex yang baik adalah strategi yang memiliki pemenang dan pecundang. Namun di akhir tahun, jumlah pemenang akan melebihi pecundang. Mereka menang jika menjalankan strategi tersebut dengan penuh kedisiplinan. Saya harap Anda menikmati pembelajaran tentang strategi perdagangan forex jangka panjang ini dan akan membawa manfaat bagi Anda.



About Jeremy